Sejarah Islam

Ini tantangan Umar kepada Quraisy sebelum hijrah

Kisah hijrah umar bin khattab, islamnya umar bin khattab, kisah heroik umar bin khattab, sejarah umar bin khattab, khalifah umar bin khattab

Segala Puji bagi Allah yang telah memberikan banyak hikmah dari kisah ummat terdahulu. Shalawat dan salaam semoga selalu terlimpah bagi Rasulullah Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau.


Umar bin Khattab. Siapa yang tak gentar jika disebut nama itu. Seorang yang terkenal kebringasannya pada zaman jahiliyyah. Seorang yang paling lantang dalam menyatakan keislaman dan  menegakkan agama Allah saat di Mekah, sebelum hijrah. Seorang yang banyak ayat & hukum turun karena perkataannya. Seorang yang di bawah kepemimpinannya muslimin berhasil menundukan Persia dan sangat ditakuti Romawi. Sungguh tak akan habis jika saya terus meyambung kata-kata pembuka ini. Sahabat yang mulia, Khalifah ke dua islam, al Faruq.


Penentang garis keras

Sudah banyak dikisahkan bahwa sebelum keislamannya Umar radhyiyallahu ‘anhu ialah seorang penentang islam garis keras. Ia banyak menyiksa para sahabat yang awal-awal memeluk islam, terutama yang berstatus budak di mana tidak ada keluarga dari kalangan Quraisy yang menaungi mereka. 

Di suatu waktu kemarahannya terhadap islam memuncak dan itulah yang nantinya menjadi titik balik kehidupan dan kepercayaannya. Ia tahu ke mana harus pergi jika ingin memadamkan ajaran islam. Keluarlah Umar dengan menghunuskan pedang dan berniat membunuh sumber utama munculnya islam ini, Muhammad ‘alaihisholatu wa sallam. Yang dengan itu berarti ia siap menghadapi bani Hasyim seorang diri apabila mereka menuntut pembalasan dendam. Begitulah adat Arab saat itu.

Ringkas cerita atas hikmah Allah, luluhlah hati Umar saat membaca lembaran surat Thoha yang ia rebut dari adiknya, Fathimah. Segera Umar melanjutkan niatnya menemui Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam yang saat itu sedang mengajarkan islam kepada sahabat lain di Darun Nadwa. Bukan untuk membunuhnya, namun menyatakan keislamannya. Allahu akbar.


Pembela garis keras

Setelah Umar mengetahui kebenaran ajaran islam dan bersyahadat dihadapan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia adalah pembela islam terdepan. Bahkan dalam riwayat dikatakan Umar segera mengetuk rumah Abu Jahal, teman karibnya di masa jahiliyyah sekaligus pembesar Quraisy dan menyatakan keislaman di hadapan musuh Allah itu, yang membuatnya marah dan mengusirnya.

Itulah Umar, seorang yang benar-benar ditakuti karena besarnya badannya, lantangnya suaranya, ahlinya dalam bergulat dan berburu, yang paling keras tertawanya di masa jahiliyyah. Sekarang ia menjadi ancaman besar bagi kafir Quraisy.


Tantangan dari Umar sebelum hijrah

Salah satu yang menarik dari banyak sekali kisah Umar radhiyallahu ‘anhu sepanjang riwayat hidupnya adalah tantangannya terhadap kafir Quraisy sebelum ia hijrah ke Madinah (Yatsrib pada saat itu).

Ada yang perlu diketahui, saat perintah hijrah telah turun dan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan kepada para sahabat. Mereka sangat bersuka cita, namun diiringi dengan rasa ketakutan karena pasti kaum kafir Quraisy akan sangat mengancam hijrah mereka. Semua sahabat saling menyusun srategi untuk hijrah secara terpisah dengan berkelompok-kelompok dan sembunyi-sembunyi, kecuali Umar. Kecuali Umar.

Hamba Allah yang telah dipilih Allah untuk menjadi sahabat utusan-Nya yang dikaruniai-Nya dengan kekuatan dan keberanian ini hijrah secara terang-terangan dan mengancam siapa saja yang berani menghalanginya.

Umar ibnu Khattab. Ia dengan kebenaran iman, kekuatan, dan kedudukannya berinisiatif melakukan tawaf dan shalat 2 rakaat saat hendak melakukan perjalanan hijrah. Kemudian Umar berdiri tegap dihadapan masyarakat Quraisy dan dihadapan para peziarah ‘makam suci ka’bah’. “Siapa yang ingin ibunya meratap, anaknya menjadi yatim dan istrinya menjadi janda, maka hendaklah ia temui aku di lembah ini!,” katanya.

Dan sejarah mencatat tak ada satu pun kafir Quraisy yang mau berurusan dengan Umar bin Khattab saat itu.


Kekuatan

Saudaraku seiman, hendaklah siapa saja yang memiliki kekuatan di suatu bidang, manfaatkanlah kekuatan dan keahlianmu itu untuk memperkuat dakwah islam. secara perlahan hapuskan kekuatan mereka yang ingin merusak aqidah ummat yang mencengkram di segala bidang di era modern ini. Dari lembaga keuangan, televisi, tempat hiburan, dan lainnya. 

Engkau yang punya kekuatan di pemerintahan, robohkan lah patung makhluk hidup di taman-taman, gantilah dengan monumen yang lebih baik dengan cara yang makruf, berikan alasan dan edukasi yang baik bagi mereka yang belum paham. Yang punya kekuatan di bidang perbankan, siapa tau bisa membangun bisnis bank yang benar-benar tidak ada riba di dalamnya dan perputaran uang yang tidak benar sekecil apa pun. Tegakkanlah syariat dengan kemampuan yang telah Allah karuniakan kepada kita.

Bukannya tidak ada, sebagian dari saudara kita telah banyak mengusahakannya. Kita bisa melihat di bidang digital misalnya, telah banyak media dakwah dari saluran atau desain multimedia, dan juga bidang lainnya. Semoga nantinya dan pasti Allah akan menangkan agama ini di muka bumi sebagai rahmat bagi semesta alam.


Wa Allahu a’lam bishowab

Abdullah Kelik

Demak, 19 Jumada Tsani 1440 H

 

Ikutlah berdakwah dengan membagikan. InsyaAllah

Comment here