Haji UmrohSejarah Islam

Masjid Quba, masjid pertama yang didirikan Rasulullah saat hijrah

Masjid Quba, Masjid pertama yang didirikan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam. Keutamaan Masjid Quba, Sejarah Masjid Quba. Masjid Quba dalam Al Qur'an

Bismillahirrohmanirrohiim

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan banyak tanda-tanda kebesarannya supaya kita berfikir. Shalawat dan salaam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.


Perintah Hijrah

Setelah 13 tahun berdakwah di Mekah, Allah memerintahkan utusan-Nya yang mulia, Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta sahabat-sahabat yang yang masih tinggal di Mekah untuk hijrah ke Yatsrib (Madinah saat ini). Para sahabat menyambut senang perintah berhijrah karena mereka akan dapat beribadah dengan lebih leluasa di Yatsrib yang sebagian besar penduduknya telah lebih dulu menerima islam dan siap memberi naungan kepada Muhajiriin dan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berhijrah secara sembunyi dan berkelompok-kelompok, kecuali Umar radhiyallahu ‘anhu. Sedangkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakr adalah termasuk yang terakhir kali hijrah, dikarenakan beliau menunggu izin dari Allah, Rabb penguasa semesta alam.


Sejarah Masjid Quba

Singkat cerita, ketika Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersama Abu Bakr sampai di perkampungan Quba, sekitar 5 km dari kota Madinah sekarang, beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam mendirikan sebuah masjid dan tempat berteduh di tempat itu. Masjid itu kemudian dikenal dengan Masjid Quba.

Masjid Quba telah mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan hingga saat ini. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah yang membangun menara-menara masjid dan renovasi terbesar sebagaimana ditulis di buku Sejarah Madinah Munawaroh karya Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani ialah dilakukan pada masa Raja Fahd bin Abdul Aziz pada tahun 1986 dengan menghabiskan dana sebesar 90 juta riyal Saudi Arabia. Saat ini masjid ini dapat menampung 20.000 jamaah.


Keutamaan Masjid Quba

Selain keagungan sejarahnya yang ia merupakan masjid pertama yang didirikan dengan tangan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam pada saat hijrah yang kemudian dihitung sebagai tahun pertama hijriyyah, Masjid Quba memiliki berbagai keutamaan. Allah subhanahu wata’alaa menurunkan sebuah ayat yang menggambarkan tentang masjid yang mulia ini di surat At-taubah,

1. Keutamaannya dalam Al-Qur’an

Dalam tafsir Ibnu Katsir ayat 107 dan 108 surat Taubah berkenaan dengan Masjid Dirar yang didirikan oleh orang-orang munafiq untuk menyaingi masjid Quba, yang mereka bersumpah palsu dan meminta Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam mengimami shalat di masjid tersebut untuk memecah belah kaum muslimiin. Ayat 107 Allah menjelaskan niat sebenarnya yang ada di dalam hati mereka, dan membantah sumpah-sumpah mereka.

وَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَّكُفْرًا وَّتَفْرِيْقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَإِرْصَادًا لِّمَنْ حَارَبَ اللّٰهَ وَرَسُولَهٗ مِنْ قَبْلُۗ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنٰىۗ وَاللّٰهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ

“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).” (QS 9 At-taubah : 107)

Kemudian pada ayat 108, Allah menegaskan bahwa Dia melarang Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk sholat di dalam Masjid Dirar tersebut selama-lamanya dan memfirmankan keutamaan Masjid Quba yang didirikan dengan taqwa yaitu lebih baik bahwa beliau shalallahu ‘alaihi  wa sallam melaksanakan shalat di dalamnya karena di dalamnya terdapat orang-orang yang ingin mensucikan diri -mendekatkan diri kepada Allah-.

لَا تَقُمْ فِيْهِ أَبَدًاۗ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوٰى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُوْمَ فِيْهِۗ فِيْهِ رِجَالٌ يُّحِبُّوْنَ أَنْ يَّتَطَهَّرُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِيْنَ

“Janganlah engkau melaksanakan shalat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS 9 At-taubah : 108)

2. Keutamaan shalat di dalamnya mendapat pahala Umrah!

Masjid Quba adalah masjid yang dicintai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini tergambar dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ كُلَّ سَبْتٍ، مَاشِيًا وَرَاكِبًا فَيُصَلِّي فِيْهِ رَكْعَتَيْنِ

“Dulu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu dengan berjalan kaki atau berkendaraan kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dua rakaat.” (HR Bukhâri & Muslim)

Begitu juga bagi ummatnya yang melaksanakan shalat di dalamnya dengan sebelumnya bersuci (wudhu) dari rumahnya, beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan sebuah keutamaan besar. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءَ، فَصَلَّى فِيهِ صَلَاةً، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ

“Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian datang ke Masjid Quba, kemudian dia mendirikan shalat di sana, maka dia mendapatkan pahala umrah.” (HR Ibnu Majah no 1402)


Mengakhiri artikel ini. Izinkan saya berdoa semoga Allah jalla wa’alaa senantiasa memudahkan kita dan menguatkan keinginan kita semua untuk mengunjungi masjid Quba dan menjalankan ibadah Haji, Umrah ke Mekah al Mukarromah dan berkunjung ke kota Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ke Madinah al Munawaroh.


Abdullah Kelik

Demak, 3 Rajab 1440 H

Artikel Fadzakkir.com

Ikutlah berdakwah dengan membagikan. InsyaAllah

Comment here