Fadzakkir

Udah, ucapin salam. Kenal ndak kenal saudaramu itu!

Keutamaan menebar salam, mengucapkan salam kepada setiap muslim kenal atau tidak, menebar salam ke sesama muslim,

Assalaamu’alaikum warrahmatullahi wabarokatuh

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam yang senantiasa mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua dalam setiap langkah dan nafas kita. Shalawat dan salaam semoga dilimpahkan selalu kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau yang mulia.

Amalan indah yang terlupakan

Sebagaimana kita ketahui Indonesia ini merupakan negara dengan mayoritas penduduknya muslim. Maka Bukankah bukan suatu hal yang sulit menemukan saudara-saudara muslim kita di jalan-jalan, di pasar-pasar, di perkantoran, perumahan dan tempat lainnya?

Mau ndak saya tunjukan ke suatu amalan sederhana yang dampaknya besar? Bagi diri kita, bagi kehidupan bersosial, bagi persatuan yang bersumber dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melalui hadits-hadits shahih tentunya.

Sebuah amalan sunnah yang sangat dianjurkan, dicontohkan, dan dicintai Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Tidak memerlukan banyak energi dan tenaga. Yang dengannya kita menjadi saling berkasih sayang. Na’am, senyum, salam.

Sayangnya, amalan ini banyak sekali ditinggalkan oleh ummat islam di Indonesia. Bukankah sering kita jumpai orang yang wajahnya kusut saat bertemu dengan saudaranya karena disibukkan dengan urusan pribadinya yang tak kunjung usai. Jangankan mengucap salam, senyum pun tidak.


Mengucap salam hanya kepada yang kenal?

Na’am, banyak orang sekarang yang saya temui sekarang ini hanya mengucap salam saat pergi dari dan kembali ke rumahnya sebagai adat sopan santun kepada penghuninya atau saat membuka dan menutup ucapan di percakapan telefon. 

Ada juga sebagian kelompok tertentu yang hanya bersalam kepada kelompoknya saja. Sebagian golongan kepada sebagian golongan saja. Dari Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam:

إِنَّهُ سَيَأْتِي عَلَى النَّاس زَمَان يَكُون السَّلَام فِيهِ لِلْمَعْرِفَةِ

“Nanti akan datang suatu masa, pada masa tersebut seseorang hanya akan mengucapkan salam pada orang yang dia kenali saja.” (HR. Ahmad)


Menghidupkan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam

Sebelum kita mengetahui keutamaan senyum dan salam, alangkah baik dan sudah seharusnya kita meniatkan semua amalan yang kita lakukan ialah diniatkan karena mencari keridhaan Allah, termasuk meneladani apa yang dicontohkan kekasih dan utusan-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam.

من أحيا سنة من سنتي فعمل بها الناس، كان له مثل أجر من عمل بها، لا ينقص من أجورهم شيئاً

“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun“ 

Hadits riwayat Ibnu Majah, pada sanadnya ada kelemahan. Namun hadits ini dikuatkan dengan hadits-hadits lain yang semakna, syaikh Albani menshahihkannya dalam kitab “Shahih sunan Ibnu Majah”


Menebar salam

Mengucapkan salam kepada siapa saja yang dikenal maupun tidak sejatinya merupakan syi’ar dan perintah dalam agama ini. Sebagaimana kita ketahui salam yang diucapkan kepada sesama muslim ialah:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

“Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya dilimpahkan atasmu”

Diantara anjuran dan keutamaan mengucapkan salam kepada sesama muslim lainnya ialah salam merupakan hak seorang muslim atas muslim lainnya.

1. Hak muslim atas muslim lainnya

 حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ ». قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

“Hak muslim pada muslim yang lain ada enam.” Lalu ada yang menanyakan, ”Apa saja keenam hal itu?” Lantas beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam padanya, (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya, (3) Apabila engkau dimintai nasehat, berilah nasehat padanya, (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’), (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia, dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim)

 Mengenai hak di sini ash shan’ani mengatakan “yang dimaksud hak dalam hadits tersebut ialah sesuatu yang tidak pantas ditinggalkan.”

2. Salah satu amalan terbaik

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ   أَيُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ؟ قَالَ  : تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

Dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin ‘Ash Radhiyallahu anhuma bahwa ada seorang yang bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Apakah (amal dalam) Islam yang paling baik? Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Memberi makan (orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang (Muslim) yang kamu kenal maupun tidak kamu kenal

lalu kenapa kah kita diperintahkan mengucap salam kepada setiap muslim meski tidak kenal?

3. Dengannya seorang mu’min akan saling mencintai karena Allah

Bukanlah suatu hal yang aneh jika saling mengucapkan salam akan menyebabkan seorang mu’min menjadi kenal dengan saudaranya yang sebelumnya tidak ia kenal. Yang apabila sering mereka bertemu dan bertegur sapa akan menjadikan hubungan mereka semakin dekat.

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)

4. Mencapai kesempurnaan iman

Diantara yang paling utama dalam memulai mengucapkan salam kepada saudara kita ialah mencapai kesempurnaan iman. Bukankah tidak seorang pun diantara orang beriman yang betul imannya ingin imannya sempurna dan menjadi penyebab keridhoan Allah terhadap dirinya?

Dari ‘Amar bin Yasir, beliau mengatakan,

ثَلاَثٌ مَنْ جَمَعَهُنَّ فَقَدْ جَمَعَ الإِيمَانَ الإِنْصَافُ مِنْ نَفْسِكَ ، وَبَذْلُ السَّلاَمِ لِلْعَالَمِ ، وَالإِنْفَاقُ مِنَ الإِقْتَارِ

“Tiga perkara yang apabila seseorang memiliki ketiga-tiganya, maka akan sempurna imannya: (1) bersikap adil pada diri sendiri, (2)  mengucapkan salam pada setiap orang, dan (3)  berinfak ketika kondisi pas-pasan.”

Hadits tersebut diriwayatkan oleh imam Bukhari secara mu’allaq yaitu tanpa sanad (perawi-perawi haditsnya hingga bersambung ke Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam). Syaikh Albani dalam Al Iman mengatakan bahwa hadits ini shohih.

Sebagai tambahan Ibnu Hajar mengatakan dalam Fathul Bari, “Memulai mengucapkan salam menunjukkan akhlaq yang mulia, tawadhu’ (rendah diri), tidak merendahkan orang lain, juga akan timbul kesatuan dan rasa cinta sesama muslim.”

5. Saling mendoakan kebaikan

Bukankah saling doa mendoakan kebaikan ialah perkara yang menjadikan kita semua ridha satu sama lain? 


 Udah salamin aja gausah banyak mikir!

Diantara kendala dalam menebar salam di era sekarang ini ialah karena banyak diantara masyarakat yang tidak terbiasa dan kemungkinan belum sampainya ilmu kepada banyak diantara saudara kita muslim di luar sana. 

Kadang memang terasa aneh memulai suatu hal baru di luar kebiasaan. sebagai contoh, ketika antum  mulai memberi ucapan salam “Assalaamu’alaikum” kepada rekan kerja atau bos antum saat pagi hari antum datang ke kantor, yang sudah selama bertahun-tahun antum bekerja, bertemu dengan mereka setiap hari tidak pernah melakukannya. Tentu mereka akan bingung dan heran saat pertama kali antum memberi ucapan salam kepada mereka. Mungkin ndak akan jawab saking bingungnya. 

Yang harus antum lakukan di sini ialah terus melakukannya sampai hal itu menjadi kebiasaan di masyarakat, siapa saja yang pernah antum temui, di jalan, di masjid, di pasar, siapa saja!.  Jadilah agen-agen islam yang mensyi’arkan agama ini melalui akhlak. Menghidupkan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Yang siapa sangka seandainya salah seorang diantara mereka mendapat hidayah untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah disebabkan perilaku antum, antum akan mendapat pahala yang sama seperti apa yang mereka lakukan tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka.


Wa Allahu a’lam bishowab

Abdullah Kelik

Demak, 14 Jumada Tsani 1440 H

Ikutlah berdakwah dengan membagikan. InsyaAllah

Comment here