Fadzakkir

Saudaraku, itu Shaf depanmu masih kosong!

Keutamaan shaf pertama dalam shalat berjamaah, hadits tentang shaf pertama, shalat berjamaah di masjid, berlomba-lomba dalam kebaikan, shaf shalat berjamaah, belajar islam,

Assalaamu’alaikum warrohmatullah wabarokatuh

Segala puji bagi Allah Rabb alam semesta yang telah memberikan segala nikmat kepada manusia berupa nikmat keagungan nilai suatu amalan walaupun itu sederhana. Semoga shalawat dan salaam senantiasa tercurah atas Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau.


Shalat berjamaah di masjid

Dewasa ini, mulai tumbuh kesadaran diantara ummat islam di Indonesia untuk menunaikan shalat secara berjamaah di masjid-masjid baik dari golongan pemuda dan orang dewasa. Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan langkah-langkah dan hati kita untuk melaksanakan perintahNya.

Allah ta’alaa berfirman:

وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ وَارْكَعُواْ مَعَ الرَّاكِعِين

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (QS. Al Baqarah – 43)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam kitabnya Tafsir al qur’an al ‘azhim menjelaskan tentang ayat ini bahwa : Hendaklah kalian bersama orang orang beriman dalam berbagai perbuatan mereka yang terbaik. Dan yang paling utama dan sempurna dari semua itu adalah shalat. Dan banyak ulama yang menjadikan ayat ini sebagai dalil bagi diwajibkannya shalat berjamaah.

Melaksanakan shalat berjamaah di masjid merupakan salah satu ibadah yang paling utama dalam islam. Sebagaimana kita mengetahui shalat ialah perintah yang diterima Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam langsung dari Allah jalla wa ‘alaa dalam peristiwa yang kita kenal sebagai isra’ mi’raj. Melalui yang demikian itu sudah cukup bagi kita mengetahui keutamaan dan besarnya pahala yang Allah balaskan dalam shalat terutama jika dilakukan secara berjamaah.


Shaf terdepan

Sebenarnya terdapat banyak keutamaan dan fadhilah lain dari melaksanakan shalat berjamaah  ke masjid, mulai dari langkah kaki yang terhitung sebagai amal kebaikan dan penghapus dosa hingga cahaya pada hari kiamat yang tidak ada keraguan atasnya. Diantara keutamaan yang bisa di dapat saat melaksanakan shalat berjamaah di masjid adalah menunaikan shalatdi shaf terdepan tepat dibelakang imam.

1. Menyimpan sesuatu yang besar

Banyak sekali keutamaan yang kita dapatkan dengan melaksanakan shalat di shaf pertama, diantaranya hadits yang diriwayatkan imam Bukhari:

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا

”Seandainya manusia mengetahui keutamaan adzan dan shaf pertama dan mereka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan undian, niscaya mereka akan mengadakan undian. (HR. Bukhari)

Dalam hadits tersebut Rasulullah tidak menyebutkan ganjaran secara pasti namun ia adalah sesuatu yang besar tak terbayangkan sehingga manusia akan berlomba-lomba untuk mendapatkannya meski harus diadakan undian.

2. Dekat dengan Allah seperti shaf para Malaikat

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَال أَلاَ تَصُفُّونَ كَمَا تَصُفُّ الْمَلاَئِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا. فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تَصُفُّ الْمَلاَئِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا قَالَ يُتِمُّونَ الصُّفُوفَ الأُوَلَ وَيَتَرَاصُّونَ فِى الصَّفِّ

Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar kepada kami dan bersabda, ‘Tidakkah kalian ingin bershaf seperti shaf Malaikat di hadapan Tuhannya?’ Kami (para sahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana Malaikat bershaf di hadapan Tuhannya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Mereka menyempurnakan shaf-shaf awal dan merapatkan shaf.” (HR. Muslim)

3. Shaf terbaik bagi laki-laki

خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

“Shaf kaum lelaki yang paling baik adalah shaf pertama dan shaf yang paling jelek adalah shaf terakhir. Sedangkan shaf kaum wanita yang paling baik adalah shaf terakhir dan yang paling jelek adalah shaf pertama.” (HR. Muslim)

Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa seharusnya kita mengisi dulu shaf di depan kita yang kosong meskipun shaf tersebut tidak shaf paling depan.


Mengenai shaf terdepan sebenarnya masih terdapat hadits-hadits lain tentang keutamaan shalat di shaf terdepan. Namun karena keterbatasan ilmu saya, saya masih belum berani untuk menuliskan sampai saya benar-benar mengetahui pasti secara pribadi pendapat para ‘ulama di bidangnya tentang kedudukan hadits. Dan saya berlindung kepada Allah dari menyampaikan tanpa pengetahuan.


 Masih ada yang kosong!

Sungguh menggembirakan melihat semangat ummat islam terutama di Negeri kita ini untuk menunaikan shalat berjamaah di masjid semakin meningkat. Namun alangkah baiknya jika semangat itu lebih ditingkatkan lagi untuk berlomba-lomba mendapatkan shaf pertama dalam menunaikan shalat berjamaah. Karena sesungguhnya Allah dan RasulNya telah menjanjikan banyak keutamaan bagi siapa yang melaksanakan shalat di shaf pertama.

Dan ketahuilah saat saya memasuki masjid-masjid masih sering saya temui beberapa tempat yang kosong di shaf pertama padahal jumlah jamaah yang datang sudahlah cukup untuk memenuhinya.

Bukan salah siapa-siapa, dan bukan tempat kita untuk menghakimi bila saja kita menemui ada yang belum dilakukan oleh saudara kita. Tugas kita ialah menyampaikan ilmu dan saling mengingatkan.

Sebagaimana firman Allah ta’alaa saat memfirmankan bahwa sesungguhnya manusia itu merugi:

إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling mengingatkan dalam kebenaran dan saling mengingatkan dalam kesabaran”. (QS. Al ‘Ashr – 3)

Wa Allahu a’lam bishowab


Abdullah Kelik

Demak, 13 Jumada II 1440 H

 

Ikutlah berdakwah dengan membagikan. InsyaAllah

Comment here