Fadzakkir

Kenapa kamu tinggalkan Qur’an? #1

Kenapa kamu tingalkan Qur'an?. keutamaan Al Qur'an, ilmu di dalam al qur'an, generasi al qur'an, kewajiban mencari ilmu

Bismillahirrahmanirrahiim

Segala puji bagi Allah Rabb yang menurunkan Qur’an sebagai petunjuk keselamatan kehidupan di dunia dan di akhirat kelak. Shalawat dan salaam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad yang melalui manusia mulia ini Allah memfirmankan Qur’an untuk diajarkannya kepada kita.


Mereka meninggalkan Qur’an

Yaa akhi ukhti fillah, izinkan saya bercerita sedikit. Beberapa hari lalu kami tim fadzakkir.com diberi kesempatan oleh Allah melakukan percobaan tes pengetahuan tentang Al-Qur’an sekaligus berdakwah di jalan-jalan dan taman kota Semarang. Pertanyaan kami hanya satu dan sederhana, “Apa arti Al Fatihah?”, hanya itu. Wallahi, hasilnya ndak seorang pun yang kami tanyai mengerti. Ini adalah sesuatu yang menyedihkan di mana kita tahu bahwa surat al fatihah sendiri adalah surat yang minimal kita baca 17 kali dalam sehari di setiap rakaat sholat fardhu kita. Minimal. Ndak adakah rasa penasaran bahwa kita ingin tahu apa yang kita bacakan dihadapan Allah?

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا . وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ وَكَفَى بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا 

“Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan al-Quran itu sesuatu yang diacuhkan. Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap Nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.” (QS 25 Al-Furqan: 30-31)

Dan begitulah cara musuh-musuh islam ini memalingkan kaum muslimin dari mempelajari Qur’an. Mereka menghadirkan musik-musik dan hiburan-hiburan lain yang disenangi syahwat manusia untuk menjauhkan kaum muslimin dari mempelajari Qur’an. Yang dengan mereka (muslimin) terus menuruti syahwatnya akan menjadikan al Qur’an ini terasa membosankan. Karena pastilah ndak akan bersatu antara kebathilan dengan kebenaran.

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لا تَسْمَعُوا لِهَذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ

“Dan orang-orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan al-Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka.” (QS 41 Fushilat: 26)

Ibnu Abbas berkata dalam Tafsir Ath-Thobari ,

“Ini adalah perkataan kaum musyrikin, mereka berkata: “Janganlah kalian ikuti al-Qur’an ini dan jadikan saja sebagai candaan atau permainan.” Adapun maksud firman Allah “Walghau fihi” yaitu: buatlah hiruk-pikuk dengan kebathilan berupa perkataan-perkataan ketika kalian mendengarkan seseorang membacanya agar kalian tidak mendengarkannya dan tidak memahami maknannya.”


Ilmu di dalam Qur’an

Salah satu hikmah diturunkannya Qur’an kepada manusia adalah sebagai petunjuk kehidupan untuk keselamatan akhirat -keselamatan setelah mati. Dengan memahaminya kita mengenal tanda-tanda kebesaran Allah yang tersebar luas di penjuru bumi mau pun yang berada di dalam diri kita, mengenal hukum-hukum Allah, mengetahui kisah-kisah ummat terdahulu yang mendustakan dan yang taat, mengetahui apa yang terjadi sebelum kehidupan dan apa yang akan terjadi setelah kematian, dan banyak lagi ilmu yang dengan ilmu itu kita lebih mengetahui hakikat kehidupan dan menjadi tenang karena mengetahui ke mana arah hidup kita seharusnya.

الۤمّۤ . ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْن

“Alif lam mim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS 2 Al-Baqoroh : 1-2)

Bukankah Allah yang menciptakan manusia? Bukankah Allah yang lebih tau yang terbaik bagi manusia dalam menjalani hidup yang hanya sekitar 60-70 tahun saja, ada yang jauh lebih cepat namun sedikit yang lebih daripada itu. Dan dalam menghadapi ujian ketika ujian itu didatangkan oleh-Nya untuk menguji siapa diantara kita yang benar imannya sehingga ia pantas mendapatkan surga dengan Rahmat-Nya?

الۤمّۤ . اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ . وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِيْنَ . اَمْ حَسِبَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِ اَنْ يَّسْبِقُوْنَا ۗسَاۤءَ مَا يَحْكُمُوْنَ

“Alif lam mim. Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar (imannya) dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta. Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu!” (QS 29 Al-‘Ankabut : 1-4)

Dan ketahuilah saudaraku bahwa salah satu penyebab Allah memudahkan kita menuju surga adalah dengan terus mencari ilmu. Bukankah surga adalah tujuan utama kita yang benar-benar kita harapkan setelah kita memejamkan mata untuk yang terakhir kali dan ndak pernah kembali lagi hidup ke dunia untuk berkumpul bersama dengan keluarga? Bukankah kita ingin menjadikan kematian kita adalah benar-benar sebuah peristirahatan dan kenikmatan? dan bukan menghadapi siksaan demi siksaan, fitnah kubur dan azab yang pedih di akhirat yang itu bukanlah sebuah kenikmatan setelah mati? Maka carilah ilmu dan harapkanlah petunjuk Allah supaya kita terhindar dari mencari ilmu yang salah.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

Maka di sini saya wasiatkan dengan izin Allah bacalah dan pahamilah al Qur’an, kemudian carilah ilmu di majelis-majelis ilmu dari ‘ulama yang mumpuni dan lebih dalam memahami ayat-ayat Allah melalui tafsir sahabat dan salafus shalih (golongan ummat terdahulu yang berjalan di atas kebenaran) dan sekali lagi mohonlah petunjuk kepada Allah dengan pengharapan yang sebenarnya.

بُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” (HR. Ibnu Majah)

Kita bisa membaca keutamaan menuntut ilmu melalui artikel ustadz Muhammad Abduh Tuasikal di Rumaysho.com yang beliau insya Allah sudah teruji ilmunya dan saya banyak belajar dan mereferensikan ilmu dari tulisan beliau. Semoga Allah menjaga beliau.


Insya Allah tulisan ini akan bersambung pada artikel berikutnya.  Mohon doakan supaya kami tetap terus berada di jalan Allah dengan niat yang benar.


Abdullah Kelik

Demak, 11 Rajab 1440 H

Artikel: Fadzakkir.com

Ikutlah berdakwah dengan membagikan. InsyaAllah

Comment here