InspirasiInternasionalTokoh Islam

Naseem Akhtar, nenek pembuat Al-Qur’an jahitan tangan selama 32 tahun

Nenek asal Pakistan, penjahit al qur'an dengan jahitan tangan selama 32 tahun.

Assalaamu’alaikum warrohmatullahi wabarokatuh

Segala puji bagi Allah, yang menurunkan al Qur’an kepada manusia untuk membedakan yang haq dan yang bathil, juga sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi orang yang beriman. Shalawat dan salaam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad telah menghabiskan 23 tahun masa hidupnya untuk mengajarkan al-Qur’an dan hikmah kepada kita semua dengan hikmah Allah. Juga semoga shalawat dan salaam bersambung kepada keluarga dan sahabat beliau.


Al Qur’an al Kariim

Al Qur’an yang mulia. Bagi orang yang bertaqwa kepada Rabbnya, Allah, Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan yang setiap hari dilantunkan imam saat melaksanakan 3 waktu shalat berjamaah di masjid. Bukan hanya kumpulan bacaan yang dibacakan untuk memperbanyak pahala, apalagi hiasan dinding. Yang sekalipun tidak pernah -atau jarang- dibaca, dipahami dan dipelajari. Bukan juga souvenir peninggalan umat terdahulu sebelum kita.

الۤمّۤ . ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْن

“Alif lam mim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS 2 Al-Baqoroh : 1-2)

Ketahuilah saudaraku, melalui Qur’an lah kita dapat lebih mengenal Allah. Melalui Qur’an kita mengetahui tujuan kita diciptakan dan hakikat kehidupan. Melalui Qur’an kita dapat mengetahui apa yang Allah, Penguasa lagit dan bumi inginkan. Melalui Qur’an kita dapat mengetahui janji-janji dan ancaman Allah yang berlaku kepada setiap manusia dari Adam ‘alaihissalaam hingga manusia-manusia terakhir yang ia masih hidup sesaat sebeluum sangkakala ditiupkan oleh Israfil ‘alaihissalaam melalui perintah Allah.

Banyak cara saudara-saudara kita mewujudkan rasa cintanya kepada al Qur’an, dari senantiasa membaca dan mempelajari sampai berlomba-lomba menghafalnya untuk bekal akhirat. Namun nenek berusia 62 tahun berikut punya cara yang unik dalam menuangkan rasa cintanya kepada al Qur’an al kariim.


Naseem Akhtar

Demikian ia dikenal dan dipanggil, seorang nenek asal Pakistan yang menghabiskan separuh usianya untuk menyelesaikan “proyek besar”-nya. Dari hari ke hari ia menyulam jahitan demi jahitan yang melengkak lengkok di atas kain-kain katun yang sengaja ia beli untuk hal ini. Yaitu, menyulam Al-Qur’an pertama di dunia yang dibuat dengan jahitan tangan. Dengan kesabaran, dedikasi, keuletan, dan Rahmat Allah nenek Akhtar menggapai cita-citanya untuk menyelesaikan al Qur’an tersebut selama 32 tahun. Masyaaa Allah!

Beliau sebenarnya sudah menyimpan cita-citanya itu sejak masih remaja. Namun karena beberapa alasan pribadi, ia baru bisa memulai setelah ia menikah pada tahun 1987 dan menyelesaikannya pada 2018 lalu.


Satu-satunya al Qur’an jahitan tangan

Nenek Akhtar membaginya menjadi 10 bagian buku, yang berarti tiap bagian bab buku berisi 3 juz. Setiap sampul bagian Qur’an itu memiliki motif yang sama dengan berbahan kain sutra halus dan bordir jahitan emas. Secara kasat mata lebarnya sekitar 42 cm dan panjangnya sekitar 70 cm.

Kehati-hatian nenek Akhtar tampak sekali dengan setiap jahitan huruf dan ayat yang terlihat sangat konsisten. Ini dikarenakan beliau hanya menyelesaikan 2 sampai 3 baris setiap hari supaya menghasilkan kekonsistenan tersebut dan selalu menjaga wudhu saat menjahit.

“Kadang saya menyelesaikan 2 baris atau 3 (dalam sehari). Ini tidak semudah itu karena saya harus membacanya (ulang) untuk memastikan tidak ada kesalahan,” katanya seperti diliput arynews.


Penghargaan & Museum Al-Qur’an di Madinah

Karya besar nenek Akhtar tersebut telah sampai ke telinga kerajaan Saudi dan secara publik mereka mengundang sang nenek ke Madinah untuk diberikan penghargaan khusus.

Bukan hanya itu, kini Al Qur’an jahitan tangan karya nenek Akhtar telah diberi tempat spesial untuk bisa dijadikan pelajaran dan ispirasi di museum Al-Qur’an di Masjid Nabawi, Madinah al Munawaroh. Kota Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.


Semoga apa yang beliau usahakan bernilai di sisi Allah dan menjadi pelajaran bagi kita ummat muslim yang belum menyumbang kebaikan kepada agama segera tergugah untuk berjuang di jalan Allah dan menyumbangkan sesuatu. Sehingga kelak apa yang kita perjuangkan insyaAllah dapat menjadi hujjah kita di hadapan Allah ‘azza wa jalla.


Abdullah Kelik

Demak, 1 Rajab 1440 H

Artikel Fadzakkir.com > Tokoh Islam

Ikutlah berdakwah dengan membagikan. InsyaAllah

Comment here