Belajar

Bacaan Sayyidul istighfar & keutamaannya

Keutamaan, bacaan dan arti sayyidul istighfar. istighfar yang paling mulia. hadts sayyidul istighfar

Assalaamu’alaikum warrohmatullahi wabarokatuh

Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kita dalam memohon ampunan-Nya, dan sungguh Dia lah Yang Maha Pengampun terhadap hamba-hamba-Nya. Shalawat dan salam semoga selalu terlalu tercurah kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya. Yang melalui beliau Allah mengajarkan manusia agama islam yang mulia ini.


Istighfar

Diantara perkara yang dicontohkan dan diperintahkan  Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya adalah memperbanyak beristighfar. Karena sejatinya kita bani Adam ialah pasti berbuat salah dan dosa. Dan Rabb kita, Allah jalla wa’alaa ialah Yang Maha Pengampun kepada hamba-hamba-Nya.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allâh. Sesungguhnya Allâh mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

“Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari no. 6307)

اِسْتِغْفَر / istighfar secara bahasa artinya ialah memohon ampun. ia merupakan kata dasar (masdar) dari istaghfara, yastaghfiru. Unsur pokoknya mengacu pada kata ghafara / غَفَرَ.

Ada beberapa ucapan permohonan ampun kepada Allah subhanahu wa ta’alaa. Yang termudah dan lazhim kita ucapkan adalah:

اَسْتَغْفِرُاللَّهَ الْعَظَمْ

“Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung”


 Sayyidul istighfar

Diantara lafadz istighfar yang paling utama adalah yang disebut sayyidul istighfar atau pemimpin/penghulunya istighfar, 

Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Sesungguhnya Istighfâr yang paling baik adalah seseorang hamba mengucapkan,

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ 

(Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau)

Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang (awal hari) dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam (awal petang) dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR Bukhari 6306)


Lafadz Sayyidul istighfar dan artinya

 

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ

ALLAHUMMA ANTA RABBI, LAA ILAAHA ILAA ANTA

“Ya Allah, Engkau lah Rabbku, Tiada ilah yang layak diibadahi dengan benar melainkan Engkau”

خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ

KHOLAQTANII WA ANAA ‘ABDUKA, WA ANAA ‘ALAA ‘AHDIKA

“Engkau yang Menciptakanku, Aku adalah hamba-Mu, Aku menetapi Perjanjian-Mu”

وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ

WA WA’DIKA MASTATHO’TU

“dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku”

أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ

A’UDZUBIKA MIN SYARRi MAA SHONA’TU

“Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku”

أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ

ABUU U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA

“Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku”

وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ

WA ABUU U BIDZUNUBII, FAGHFIRLII

“Dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku”

فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

FAINNAHU LAA YAGHFIRUD DZUNUUBA ILLA ANTA

“Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau”


Semoga kita dijadikan orang yang selalu beristighfar kepada Allah dan orang yang mengakui dan takut akan perbuatan dosa-dosa kita.


Abdullah Kelik

Demak, 21 Jumada Tsani 1440 H

Ikutlah berdakwah dengan membagikan. InsyaAllah

Comment here